Khitan Gratis Untuk Anak Yatim di Solo Khitan Center

Apa kabar Sahabat?

Untuk menambah berkah, serta membantu meringankan beban, Solo Khitan Center membuat program khitan gratis untuk anak yatim, khususnya yang tinggal di Solo dan sekitarnya.

Khitan akan dilakukan dengan metode cincin (ALISKLAMP/SMARTKLAMP), yang ditangani langsung oleh Dr. Ahmad Supriyanto.

Persyaratan:

  1. Peserta program khitan gratis adalah anak yatim
  2. Peserta mendaftar terlebih dahulu melalui WA/SMS/Telp ke 0815-4866-9987 atau datang langsung ke Solo Khitan Center.
  3. Ada surat rekomendasi yang dibuat dan ditandatangani oleh ketua/pengurus takmir masjid setempat, atau lembaga dakwah.
  4. Pelaksanaan khitan berada di Solo Khitan Center, Jl. Pamugaran Hijau Jamrud 5B, Kadipiro RT 5 RW 4, Banjarsari, Solo.
  5. Quota terbatas.

Mari sebarkan info ini, semoga bermanfaat.
Salam!

Dijual, Alat Khitan Alisklamp


Alisklamp adalah alat khitan berbentuk cincin yang diimpor dari Turki. Bisa dikatakan, Alisklamp merupakan pengembangan dari metode smartklamp. Penjelasan lebih detil tentang Alisklamp bisa Anda baca di sini. Alisklamp Metode Khitan Terbaru Kami.

Sejak beberapa tahun silam, kami telah mengganti alat Smartklamp menjadi Alisklamp, dan telah mempraktikkan kepada ratusan pasien kami. Alhamdulillah, semua proses khitan berjalan sukses dan lancar, dan pelanggan pun puas dengan layanan kami. Sebagaimana Smartklamp, Alisklamp juga tersedia dalam berbagai ukuran.



Bagi Rekan Sejawat yang membuka jasa khitan dengan metode ini, alhamdulillah SOLO KHITAN CENTER telah ditunjuk oleh Alisklamp Indonesia sebagai distributor resmi alat khitan Alisklamp untuk wilayah Jawa Tengah. Kami membantu Anda mendistribusikan Alisklamp dengan harga khusus.

Untuk informasi lebih mendetail terkait harga, metode pembayaran dan metode pengiriman, termasuk training khitan metode Alisklamp, silakan kontak Dr. Ahmad Supriyanto via No HP 0815-4866-9987 (WA available). (Admin).

Baca juga
Celana Khusus Khitan



Khitan Itu Tak "Sakit", Hanya "Terasa"

Bersenda-gurau saat proses khitan berlangsung
Para orang tua sekalian... sebelum memulai khitan, kami sering menekankan kepada pasien-pasien kecil kami tentang bedanya "sakit" dan "terasa" saat proses khitan berlangsung. Konsep dasar ini perlu ditekankan dan dipahamkan berkali-kali kepada putra-putra Anda yang akan dikhitan, agar proses khitan berjalan lancar, anak lebih tenang dan "tatag" dalam menjalaninya.

Sebelum proses pembuangan kulup (kulit atas penis), pasien akan terlebih dahulu disuntik bius pada penisnya. Jika ada kesakitan dalam proses khitan, sebenarnya hanya saat disuntik ini. Rasa sakitnya relatif ringan. Bapak dan Ibu yang ingin memotivasi putranya bisa mengingatkan si putra saat diimunisasi. Misalnya, "Mas Ardi pernah imunisasi kan? Sakit nggak? Nggak kan? Seperti digigit semut aja kan?"

Setelah bius bekerja, kami baru mulai melakukan proses khitan. Nah, pada saat ini, sebenarnya pasien tidak merasa sakit, tetapi terasa. Ya, gerak-gerak kami dalam membedah kulup, memasang alat (alisklamp) dan memotong kulup memang dirasakan oleh anak. Tetapi mereka tidak sakit. Hanya saja, karena mereka mungkin sudah sangat tegang, biasanya sedikit sentuhan saja sudah mengagetkan dan mereka akan berteriak, bukan karena sakit tapi karena panik.

Sembari bergurau, kami sering mengatakan kepada mereka, "Jika sudah dibius, mau ditembak, mau dibom, mau dipukul tidak sakit, cuma... TERASA! Seperti ketika pipimu di ditekan itu lho, terasa kan? Tapi kan nggak sakit?"

Jadi, sebenarnya, jika anak menjalani proses khitan dengan tenang, tak akan ada jerit-jerit ketakutan dan kesakitan. Saat disuntik bius, anak bisa sedikit menahan sakit, tapi sakitnya juga tidak luar biasa. Sebagian besar pasien kami pun menjalani proses khitan dengan tenang. Bahkan ada yang kaget, karena tak dinyana, khitan berlangsung dengan sangat cepat.

Nah, saat efek bius sudah hilang, biasanya pasien akan merasa nyeri. Untuk itu, kami sudah menyediakan obat-obat penghilang nyeri. Berikan obat itu sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah kami anjurkan.

Jadi, khitan sebenarnya tidak sakit lho... cuma terasa.

Baca juga

Up Date Profil Kami

Edukasi pasien sebelum khitan selalu kami lakukan.

Solo Khitan Center berdiri pada tahun 2009. Merupakan praktik legal khusus khitan yang dikelola oleh dr. H. Ahmad Supriyanto.

Dr. Ahmad Supriyanto lahir di Purworejo, 2 April 1977. Selepas pendidikannya di SMA N 1 Purworejo, Ahmad melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Saat mahasiswa aktif di KAMMI Daerah Surakarta dan SKI Rohis FK UNS. Pernah menjabat sebagai PJ Klinik Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) di Prambanan. Kini, selain mengelola Solo Khitan Center, Ahmad juga bekerja di Rumah Sakit Umum PKU Muhamadiyah Surakarta.

Spesialisasi dari Solo Khitan Center adalah khitan menggunakan Metode Smartklamp, yang kini disempurnakan dengan Metode Alisklamp. Selain itu, SKC juga menerima khitan metode konvensional (bedah dan jahit). Kami tidak menggunakan metode khitan laser, dengan alasan seperti tercantum di artikel Khitan Laser vs Khitan Smartklamp.

Selain menerima pasien khitan, SKC juga menyediakan beberapa produk pendukung yang bisa dibeli oleh para dokter yang membuka jasa khitan.


Bagi lembaga yang ingin menyelenggarakan khitan massal, Tim Solo Khitan Center sangat terbuka untuk bekerja sama. Selama hampir 9 tahun kami telah bekerjasama dengan beberapa lembaga terpercaya seperti Rumah Zakat Indonesia, PKPU, Solo Peduli, BTN Syariah, BRI, dan sebagainya.

Kami juga siap melayani CSR dari berbagai perusahaan dalam bentuk khitan massal.

Jangan Paksa Anak Khitan Jika Tak Siap

Blogger di www.afifahafra.net

Usai lebaran kemarin, Rama (9 tahun) dikhitan. Alhamdulillah, proses berjalan lancar. Rama tidak menangis, bahkan dia sempat tertawa-tawa saat dikhitan oleh ayahnya sendiri, dr. Ahmad Supriyanto. Sambil sang ayah sibuk memasang alisklamp, dia main game kesukaannya di tablet. Dia malah kaget ketika sang ayah membelai rambutnya sambil berkata, "Selesai! Selamat ya, kamu tidak menangis!" Dia kaget karena ternyata proses khitannya berlangsung sangat cepat, hanya sekitar sepuluh menit.

Tidak semua pasien khitan dr. Ahmad setenang Rama. Kami sering menemui pasien yang pakai acara menangis guling-guling, menjerit-jerit, bahkan kabur dari ruang khitan. Padahal, pelaksanaan khitan dengan metode alis klamp sebenarnya relatif tidak sakit. Paling-paling hanya terasa sedikit perih saat disuntik bius. Setelah itu, proses pengerjaan tidak menimbulkan rasa sakit. Apa saja trik agar anak bisa tenang saat dikhitan? Ada beberapa trik yang bisa dilakukan.

Jangan Paksa Anak

Ternyata, banyak anak yang khitan karena dipaksa oleh orang tuanya. Misal, karena ayah merasa si anak sudah cukup besar, sudah saatnya dikhitan. Sebaiknya, khitan dilakukan karena permintaan anak sendiri. Jangan beri motivasi negatif semacam mengejek, "Alaah kamu ini, sudah besar nggak berani khitan. Penakuuut! Cemeen!"

Beri Motivasi Positif

Sebaliknya, motivasi positif sangat dibutuhkan agar anak siap dengan sendirinya. Misalnya, kita memberi pengertian tentang manfaat khitan dari sudut kesehatan, dan juga dari tinjauan agama. Katakan kepada anak kita, bahwa khitan adalah sebuah kemuliaan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. "Pahalanya besar, lho Nak!" mungkin itu kalimat yang kita ucapkan berulang-ulang, sambil membelai lembut rambutnya. Bagus juga jika si anak dimotivasi dengan hadiah. Tetapi, sebaiknya hadiah yang mendidik.

Kondisikan Jauh-jauh Hari

Dibutuhkan waktu kira-kira dua tahun untuk mengondisikan psikis Rama. Jadi, sejak dia masuk SD, bahkan sejak TK, Rama sudah diberi pemahaman tentang khitan. Bagaimana proses khitan itu, apa saja yang akan dialami, serta terus memotivasinya tanpa lelah, sampai akhirnya dia minta sendiri kepada ayahnya untuk dikhitan. Itu pun, sang ayah tidak langsung mengiyakan, tetapi berkali-kali meminta persetujuan. "Benar nih, sudah siap?" Tentu saja di sisi lain, motivasi tetap diberikan. Barulah ketika dia memang sudah benar-benar yakin, proses khitan pun dilakukan.

Sebaiknya Sudah Cukup Umur

Cukup umur di sini relatif, alias tak ada panduan yang pasti. Tetapi, kita bisa mendeteksi dari bagaimana kesiapan anak, dan kemampuan untuk menahan rasa sakit. Anak-anak usia 9-10 tahun, tentu lebih mampu menahan rasa sakit dibanding anak-anak usia di bawah itu. Dalam hal ini, orang tua tentu tahu lebih banyak tentang kondisi si anak.

Intinya, jangan pernah memaksa anak untuk khitan jika belum siap. Tetapi, jangan pula dibiarkan anak terus-menerus tidak siap. Motivasilah mereka jauh-jauh hari.

AFIFAH AFRA: Penulis ialah seorang Mom Blogger, Penulis dan Penyuka Travelling. Saat ini sedang asyik berkebun. Silahkan kunjungi blognya jika ingin berkenalan lebih lanjut BLOG AFIFAH AFRA

Celana Khusus Khitan

Salah satu permasalahan pada anak yang sedang dikhitan adalah gesekan-gesekan pada luka yang belum sembuh. Untuk mengatasi itu, kami menawarkan produk berupa celana khitan, yang berfungsi untuk melindungi luka pasca khitan.

Celana khitan dibuat dari bahan katun, sehingga lembut dan adem dikenakan.

Ukuran: S, M, L, XL

Harga: Rp 100.000/3 buah

Pembelian minimal 6 buah bebas ongkos kirim untuk Pulau Jawa.
Pemesanan: Desy (0878.3538.8493);  0815-4866-9987

Untuk setiap pasien yang berkhitan di Solo Khitan Center, akan mendapatkan gratis 1 buah celana khitan.

Solo Khitan Center Pindah Alamat

Bapak/Ibu yang terhormat...
Sejak bulan Oktober, Solo Khitan Center berpindah alamat dari Lemah Abang Kadipiro ke alamat baru, yaitu:


Jl. Pamugaran Hijau Jamrud no. 5B, Kadipiro RT 5 RW 4, Banjarsari, Surakarta.





Ancer-ancer lokasi:


Perempatan Kantor Pos Nusukan ke utara, sebelum tong kedua (perempatan Mushola Barokah) belok kiri, ada PAUD Kartika belok kiri langsung belok kanan. Rumah pertama kanan jalan.



Untuk Informasi lebih detil, silahkan hub kami di WA 0815.4866.9987