3 Waktu Terbaik Untuk Khitan


Kapankah sebaiknya anak dikhitan? Pertanyaan ini sangat sering kami dapatkan. Semua orangtua tentu ingin yang terbaik untuk anak, sehingga segala sesuatu akan direncanakan dengan baik, termasuk saat khitan. Kami mendapatkan banyak kasus, di mana pada budaya tradisional daerah tertentu, misal Jawa, karena kami tinggal di Solo, waktu khitan biasanya dipertimbangkan berdasarkan keyakinan tertentu, misal pertimbangan weton. Untuk hal ini, tentu kami tak memiliki kewenangan untuk menjelaskan, karena bukan keahlian kami.

Secara medis, saat yang tepat untuk khitan ada beberapa jawaban, tergantung situasi dan kondisi. Inilah 3 waktu terbaik untuk khitan: saat bayi, saat butuh tindakan medis, atau saat anak sudah siap.

Saat Bayi

Pertama, saat bayi. Sebagian ulama menyebutkan bahwa waktu khitan yang terbaik adalah usia bayi 7 hari, bersamaan dengan waktu aqiqah. Berdasarkan hadits dari Jabir r.a., beliau berkata bahwa, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqah Hasan dan Husain dan mengkhitan mereka berdua pada hari ketujuh (setelah kelahiran).” (HR. Ath Thabrani dalam Ash Shogir). Tetapi, khitan hari ke-7 ini sifatnya anjuran saja. Sebab jumhur ulama memberikan batasan waktu khitan adalah sampai sebelum baligh, atau sekitar usia 10-12 tahun.

Namun, khitan saat bayi memiliki sejumlah manfaat. Di antaranya:

1. Kulit bayi masih tipis, sehingga relatif lebih mudah sembuh.

2. Aktivitas bayi masih sedikit, belum bisa tengkurap dan banyak gerak, sehingga mudah menanganinya.

3. Risiko infeksi minimal, karena perlindungan ASI yang diberikan ibu pada bayi.

4. Tidak menimbulkan trauma psikis di kemudian hari, karena memori bayi belum terbentuk sempurna.

Sejak tahun 2006, kami sudah menangani ribuan khitan bayi.

Saat Butuh Tindakan Medis

Ada hal-hal yang perlu diatasi segera dengan khitan, misal phimosis. Phimosis atau fimosis adalah kondisi pada penis yang belum disunat, berupa kulup atau kulit kepala penis yang melekat erat pada kepala penis. Hal ini menyebabkan anak kesulitan dalam buang air kecil atau pipis, kadang juga menyebabkan radang, bengkak atau kesakitan. Kondisi ini sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Solusinya hanya satu, yaitu dikhitan atau disunat segera.

Saat Anak Sudah Siap

Bagi Bapak/Ibu yang tidak tega mengkhitan anak saat bayi, juga tak ada indikasi phimosis, maka tunggulah ketika anak sudah merasa siap. Jangan dipaksa anak berkhitan saat belum siap. Usia anak 8-10 tahun biasanya usia ketika anak secara mental sudah siap. 

Bagaimana mempersiapkan anak untuk khitan? Kami telah menuliskan di artikel ini: 5 Tips Agar Anak Siap Dikhitan silakan dibaca.

Seringkali, perasaan takut juga menghinggapi anak, sehingga kita perlu mengedukasi anak dengan tips sebagaimana terdapat dalam artikel ini. 6 Kiat Mengatasi Takut Pada Anak Saat Hendak Khitan.

Jadi, itulah 3 waktu paling tepat untuk khitan. Mau pilih mana? Tentu tergantung situasi dan kondisi. Minat khitan di Solo Khitan Center? Silakan hubungi: wa.me/6282136707568. [US].

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "3 Waktu Terbaik Untuk Khitan"

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar Anda